Selain pembenahan fasilitas lama, pemerintah juga mendirikan 4 Unit Sekolah Baru (USB) senilai Rp 14,3 miliar yang tersebar di Kabupaten Malaka, Timor Tengah Utara (TTU), dan Sumba Barat, meliputi tiga PAUD dan satu SMA.
Polemik sekolah tanpa listrik yang mendapat perangkat digital seperti IFP turut dijawab oleh Gogot. Ia menyampaikan pemerintah berupaya mempercepat transformasi pendidikan melalui revitalisasi bangunan fisik sekaligus digitalisasi pembelajaran secara bersamaan.
Tercatat pada tahun 2025, sekolah-sekolah di NTT telah menerima bantuan sarana digitalisasi pembelajaran senilai Rp 297,27 miliar yang menyasar 8.985 sekolah.
"Anak-anak kita membutuhkan ruang belajar yang aman dan nyaman, tetapi pada saat yang sama mereka juga berhak mendapatkan akses terhadap pembelajaran yang semakin berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman. Karena itu, revitalisasi dan digitalisasi bukanlah pilihan salah satu. Keduanya berjalan bersama untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, termasuk bagi anak-anak di Nusa Tenggara Timur," lanjutnya.