NADIKABAR.COM — Pencemaran limbah cair berwarna hitam dan embusan asap pekat dari TPS3R Sarwa Metu Wangi, Desa Cemagi, Mengwi, Badung, viral di media sosial setelah direkam seseorang. Kasus tersebut langsung memicu inspeksi dari Penegakan Hukum, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (Gakkum DLHK) Kabupaten Badung.

Dalam rekaman video yang beredar, perekam mengungkap temuan aliran air Sungai Tukad Penet berwarna hitam pekat di area perbatasan Desa Cemagi, Badung, dengan wilayah Tabanan. Hasil penelusuran di lokasi menunjukkan adanya ceceran air hitam yang mengalir keluar dari sela-sela bebatuan di bagian atas dan bersumber langsung dari fasilitas TPS3R.

Selain persoalan limbah cair, perekam juga mengabadikan kepulan asap tebal dari cerobong instalasi insinerator tempat pengelolaan sampah tersebut. Temuan pencemaran air dan udara itu kemudian menjadi sorotan terhadap operasional TPS3R di Cemagi.

Manajer Operasional TPS3R Sarwa Metu Wangi, Made Rai Sutrisna, mengonfirmasi penggunaan insinerator untuk pengolahan sampah di lokasi tersebut. Menurut dia, munculnya kepulan asap hitam dipicu suhu pembakaran awal yang belum mencapai tingkat optimal saat sampah dimasukkan.

"Kalau yang di medsos itu, memang ada pengolahan sampah di TPS kami menggunakan insinerator dan saat awal memasukkan sampah, suhu belum terbentuk sehingga timbul asap hitam," kata Sutrisna, Selasa (8/9/2026).