Argya menyebut kejadian tersebut bermula dari komunikasi tim redaksi korban dan salah satu anak yang dilaporkan melalui WhatsApp. Keduanya kemudian sepakat bertemu di Taman Kota Lobam. Komunikasi tersebut disebut mengarah pada tantangan untuk berkelahi.

"Sekitar pukul 19.30 WIB, korban bersama rekannya tiba di lokasi. Di tempat tersebut telah berada MAF bersama MA alias B dan sejumlah rekannya," ujarnya.

Saat korban berjalan menghampiri, MA alias B diduga langsung melakukan kekerasan terhadap korban. Berdasarkan laporan polisi, korban ditendang pada bagian perut, dipiting leher, kemudian dipukul dan ditendang pada bagian kepala serta wajah secara berulang.

"Ketika korban berusaha menyelamatkan diri, MAF disebut turut melakukan kekerasan dengan memukul dan menendang bagian pinggang korban," ujarnya.

"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka dan lebam pada bagian wajah serta kepala," tambahnya.

Dalam penyidikan kasus tersebut, polisi telah menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya satu pasang pakaian yang dikenakan korban dan masih terdapat bercak darah, Polisi juga menyita dua pasang pakaian yang dikenakan masing-masing anak yang dilaporkan.