"Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi kita semua. Oleh karena itu, diperlukan penguatan upaya pencegahan melalui keterlibatan seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan, keluarga, kader, hingga masyarakat," ujar Mukhibatul.
Di sisi lain, kepemilikan Buku KIA di Kabupaten Gresik telah mencapai 98 persen. Namun, capaian tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan optimalnya pengisian dan pemanfaatan buku oleh ibu hamil, ibu balita, kader, guru PAUD, dan tenaga kesehatan.
"Buku KIA bukan sekadar buku catatan kesehatan, tetapi merupakan instrumen penting untuk memantau kondisi kesehatan ibu dan anak, mengenali tanda bahaya sejak dini, serta mendukung pengambilan keputusan yang tepat dalam pelayanan kesehatan," tutur Mukhibatul.
Melalui GEMMA KIA, Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik mengajak seluruh pihak untuk membangun komitmen bersama dalam memastikan Buku KIA diisi secara lengkap dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Gerakan ini juga bertujuan memperkuat deteksi dini serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak.
Adapun kegiatan GEMMA KIA meliputi komitmen pengisian Buku KIA secara lengkap oleh ibu hamil, ibu balita, kader, guru PAUD, dan tenaga kesehatan. Selain itu, dilakukan pemberian notifikasi tanda bahaya kehamilan dan masa nifas oleh kader, penyampaian informasi nomor panggilan kegawatdaruratan maternal dan neonatal, serta pemberian penandaan Anak Prasekolah (APRAS) Paripurna.
Mukhibatul berharap seluruh pihak dapat menjalankan perannya secara optimal. Kader dan guru PAUD diharapkan turut mendukung pemantauan kesehatan ibu dan anak, sementara tenaga kesehatan terus memberikan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat.
"Keberhasilan GEMMA KIA tidak hanya diukur dari tingginya kepemilikan Buku KIA, tetapi juga dari kelengkapan pengisian dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kerja sama dan komitmen bersama, kita berharap dapat memperkuat upaya pencegahan kematian ibu, kematian bayi, dan stunting di Kabupaten Gresik," ungkap Mukhibatul.