NADIKABAR.COM — Lebih dari dua dekade pasca-tragedi 11 September 2001, kawasan World Trade Center (WTC) di New York kini tampil dengan wajah baru. Lahan yang dahulu luluh lantak telah berubah menjadi kompleks terpadu yang memadukan monumen peringatan, museum, taman kota, hingga pusat bisnis modern.
Melansir detikProperti, bekas tapak Menara Utara dan Menara Selatan kini dikenal sebagai Ground Zero. Alih-alih membangun kembali gedung serupa, otoritas setempat mendedikasikan area tersebut sebagai ruang penghormatan bagi ribuan korban. Di lokasi ini, berdiri dua kolam air terjun buatan terbesar di Amerika Serikat yang masing-masing luasnya mencapai 4.000 meter persegi.
Desain kolam yang digarap arsitek Michael Arad dan Peter Walker ini memiliki kedalaman sembilan meter dengan lubang persegi di tengahnya. Gemuruh air yang jatuh sengaja dirancang untuk menciptakan suasana tenang sekaligus meredam kebisingan kota Manhattan. Di tepian kolam, terpasang 76 pelat perunggu yang mengabadikan 2.977 nama korban serangan 2001 dan enam korban pengeboman WTC tahun 1993. Penempatan nama-nama tersebut diatur berdasarkan keterkaitan emosional dan lokasi penemuan korban saat tragedi terjadi.