"Ini adalah wujud nyata keseriusan kita semua, aparat TNI Polri bersatu, Bea Cukai, BNN, termasuk pemerintah daerah. Alhamdulillah hari ini kita bisa mengungkap, menangkap para penyeludup yang sangat jahat yang ingin menghancurkan anak bangsa kita," kata Kapolri dalam konferensi pers bersama Bea Cukai dan BNN.

Kapal yang diduga digunakan oleh pelaku dari Malaysia itu diketahui mengibarkan bendera Mongolia. Nama kapal juga diubah untuk mengelabui petugas.

Kapolri mengatakan kapal tersebut mulai dicurigai berdasarkan pemantauan intelijen terhadap pergerakan tidak biasa di Selat Malaka sejak Agustus 2026. Pemantauan terhadap kapal itu dilakukan dalam waktu yang cukup lama sebelum upaya penyelundupan berhasil diungkap.