"Ini selama sembilan tahun terakhir ini merupakan capaian yang cukup signifikan," ucap Yuliot.

Ia menjelaskan, tahun ini pemerintah mendorong peningkatan produksi menjadi 610 ribu barel per hari. Kendati demikian, Yuliot bilang terdapat kendala-kendala yang menyebabkan target tersebut belum bisa tercapai.

"Tentu ini kami berupaya bersama-sama bagaimana target minimal yang sudah ditetapkan ini bisa kita capai secara bersama-sama," ucap dia.

Sebelumnya, Indonesia berhasil merealisasikan program utamanya, yakni menjadi mandatori bahan bakar nabati (BBN) biodiesel B50 pada Juli 2026.

Yuliot menyampaikan implementasi B50 menjadi diversifikasi penggunaan minyak bumi sekitar 310 ribu barel per hari. Saat ini, tingkat konsumsi minyak di Indonesia sebesar 1,6 juta barel.