Dengan begitu, lanjutnya, maka dapat dibangun talent pool keterampilan nasional yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Kedua ialah perlunya peningkatan kualitas pelatihan vokasi melalui evaluasi yang berkesinambungan. Hasil kompetisi diminta menjadi bahan pembelajaran bagi para lembaga pelatihan, instruktur, juri, dan mitra industri yang ada.
βKita perlu terus memperkuatkan kualitas materi pelatihan, metode pembelajaran, fasilitas praktik, serta sistem penilaian kompetensi tersebut. Saya juga mendorong agar kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri terus diperluas, sehingga proses pengembangan keterampilan semakin dekat dengan kebutuhan nyata di lapangan,β ungkap Afriansyah Noor.
Ketiga, talenta Indonesia perlu dipersiapkan untuk tampil pada kompetisi internasional yang akan datang.
Indonesia sendiri disebut memiliki pengalaman yang sangat banyak dan rekam jejak prestasi dalam kompetisi-kompetisi keterampilan regional. Capaian tersebut dikatakan harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan memperluas kesempatan bagi talenta Indonesia untuk berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi lagi.