"Tugas teknis nonibadah di embarkasi dan debarkasi, dokter, perawat, petugas teknisi dan lain-lain. Itu menjadi simbol saling tolong menolong, Gotong royong, kementerian Haji dan Umrah akan terus merawat semangat tolong menolong dalam kemanusiaan. Semangat gotong royong," kata dia.

Ia menegaskan jika daerah kerja (Daker) petugas haji bukan hanya di Makkah dan Madinah. Dahnil ingin pelaksanaan haji membawa pesan perdamaian dari ibadah yang eksklusif dengan hasil yang inklusif.

"Saya ngomongin petugas haji, bukan petugas haji Daker (daerah kerja) Makkah, Daker Madinah. Tapi petugas haji. Dan kami sebagai Kementerian Haji dan Umrah akan terus mendorong semangat tolong menolong dalam kemanusiaan karena substansi pesan haji adalah perdamaian dan kesetaraan kemanusiaan, dari Ibadah yang eksklusif dengan hasil yang inklusif," imbuhnya.

Dahnil Anzar sebelumnya mengusulkan keterlibatan masyarakat lintas agama dalam mendukung pelayanan jemaah haji Indonesia. Menurutnya, masyarakat nonmuslim, seperti umat Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha, dapat diberi kesempatan menjadi bagian dari petugas pendukung penyelenggaraan ibadah haji.

Gagasan tersebut diharapkan dapat menjadikan penyelenggaraan haji sebagai momentum untuk memperkuat toleransi, kebhinekaan, serta semangat gotong royong di tengah masyarakat Indonesia.