Pada banjir sebelumnya, derasnya air bah yang meluap memaksa sekitar 8 kepala keluarga (KK) mengungsi lantaran rumah mereka terendam air. Tak hanya merendam pemukiman, banjir juga membuat lahan warga di sekitarnya terus tergerus dan kini terancam habis dikikis aliran sungai.
Pemerintah melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) sebenarnya sempat melakukan penanganan awal dengan meninggikan bantaran sungai. Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup optimal karena material penahan belum dilengkapi dengan struktur pelindung yang kuat.
"Namun, karena tidak dibuatkan bronjong, akhirnya tergerus lagi sama banjir," terang Sumendra.