Secara rinci, dari anggaran 800 tangki air bersih kapasitas 5.000 liter, saat ini tinggal 152 tangki saja. Oleh karena itu, Purwono mengaku telah mengajukan BTT ke Pemkab Gunungkidul.

"Karena perkiraan hanya sampai pertengahan September, kami sudah proses mengajukan anggaran BTT," ujarnya.

Purwono tak memerinci nominal anggaran BTT yang diajukan untuk kebutuhan air bersih ini. Namun, menurutnya warga membutuhkan ribuan pertangki untuk musim kemarau ini.

"Untuk usulan dropping melalui BTT 5.000 tangki. Jumlah itu untuk kebutuhan droping sampai akhir November 2026," ucapnya.