Kepala Desa Bulak, Zaenal Alimin, mengatakan pihak desa sudah mengambil kebijakan terkait dana desa dan terus berupaya untuk transparan dalam pengelolaannya.
"Ya kalau selama ini, kami ini sudah transparan dalam pengelolaan dana desa. Setiap akan digunakan selalu melalui rapat dengan BPD," kata Zaenal kepada NadiKabar, Senin (14/9).
"Kami sudah transparan dan ada laporannya. Setiap digunakan juga kami laporkan dengan memasang MMT di balai desa agar warga Bulak juga bisa melihat," sambungnya.
Zaenal menyatakan, rapat penggunaan dana desa selalu mengundang BPD. Namun, pihak BPD disebut beberapa kali tidak hadir.
"Kami selalu mengundang BPD dalam rapat pengelolaan dana desa dan peruntukannya. Jadi tidak benar kalau kami sama sekali tidak pernah mengundang. Ada bukti-buktinya kalau kami sudah mengundang, memang ada beberapa kali tidak hadir," jelasnya.
Terkait dugaan bantuan traktor digadaikan, Zaenal mengatakan, carik mengaku bahwa traktor itu tidak pernah digadaikan.
"Tadi dengar sendiri penjelasan dari Pak Carik bahwa dirinya tidak pernah menggadaikan traktor kombi. Traktor bantuan tersebut masih baru dan belum pernah dipakai. Traktornya sudah diserahkan ke Gapoktan," terangnya.
Zaenal menambahkan, warga juga meminta Surat Pertanggungjawaban (SPJ) tahun 2020-2025. Pihak desa menjanjikan akan memperlihatkan kepada warga pada Kamis (17/9) mendatang.