Diberitakan sebelumnya, sebanyak 725 siswa dan 25 guru mengalami diare yang diduga akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperoleh hari Rabu (2/9) kemarin. Menu MBG itu yakni ayam bakar, nasi putih, mendoan, dan buah semangka.
"Sepertinya (Gegara) MBG kemarin. Jadi gini ada tim yang mencicipi kan, ada satu itu menemukan yang berlendir, ada satu itu baik. Dan yang berlendir ini sudah disisihkan. Itu kan menunya ayam bakar. Saya klarifikasi ke SPPG itu masaknya jam 3 pagi dinihari, sementara anak-anak itu konsumsinya jam 12," kata Kepala SMAN 1 Lasem Juhartutik.
Rombongan Komisi IV DPRD Rembang juga langsung meninjau kondisi pasien di Puskesmas Lasem setelah mendengar kabar tersebut. Ketua Komisi IV DPRD Rembang Muhammad Rofi'i mengatakan pihaknya mendapat laporan adanya ratusan siswa yang mengalami diare dan diduga berkaitan dengan MBG.
"Tadi dapat kabar, infonya ada ratusan siswa diare gara-gara keracunan MBG. Terus kami ke sini, ternyata dari komunikasi dengan Kepala Puskesmas Lasem tadi, hingga saat ini ada 18 pasien yang sempat dirawat di Puskesmas. 15 di antaranya sudah pulang, tiga yang masih dirawat," terang Rofi'i.
Dia mengatakan penyebab pasti diare massal tersebut masih menunggu penelusuran dari Dinas Kesehatan.
"Terkait dugaan penyebab yang sebenarnya, apakah gara-gara MBG atau tidak kita masih menunggu penelusuran dari pihak Dinkes," imbuhnya.