Ia menilai pencapaian indikator tersebut penting untuk memastikan penanganan TBC berlangsung secara menyeluruh dan tuntas. Karena itu, Wiyagus meminta pemerintah daerah (Pemda) memastikan program penanganan TBC masuk dalam dokumen perencanaan dan penganggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Wiyagus menegaskan dukungan anggaran diperlukan agar kolaborasi tim redaksi Pemda, perguruan tinggi, dan mahasiswa dapat berjalan secara berkelanjutan.

"Masalah kesehatan ini kan urusan pemerintahan yang sifatnya wajib dan terkait lagi dengan pelayanan dasar, sehingga wajib hukumnya kepada pemerintah daerah masalah penanganan kesehatan tuberkulosis ini masuk dalam dokumen perencanaan baik RPJMD, RKPD, sampai ke APBD," jelasnya.