"Pemerintah Provinsi Jabar berkomitmen memperkuat sinergi antar pemerintah, dunia pendidikan dan dunia usaha. Pemerintah akan terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi, pelatihan berbasis kebutuhan pasar kerja, kemudahan akses informasi lowongan kerja, serta penguatan investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas," imbuh dia.

Erwan juga meminta investor yang menanamkan modal di Jawa Barat memperhatikan dampak investasi terhadap masyarakat sekitar, terutama dalam penyerapan tenaga kerja lokal. Menurutnya, pertumbuhan investasi perlu berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Saya bukan anti pendatang. Silakan investor dari mana pun datang ke Jawa Barat, baik investor lokal maupun luar negeri. Tetapi tolong perhatikan masyarakat sekitar. Berikan pekerjaan lebih utama kepada masyarakat sekitar," ucapnya.

Ia menilai investasi tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan pabrik dan peningkatan produksi. Investasi juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan industri.

Meski demikian, Erwan mengingatkan masyarakat lokal agar mempersiapkan diri untuk memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Penyerapan tenaga kerja, menurutnya, harus mempertimbangkan kompetensi dan keterampilan calon pekerja.

Dirinya juga menyoroti praktik tekanan terhadap perusahaan agar mempekerjakan warga setempat meskipun tidak memiliki keterampilan yang sesuai.

"Jangan sampai ada sebagian pabrik yang dibangun melalui preman-preman setempat, meminta warganya untuk dipekerjakan, tetapi kemampuannya tidak ada. Saya berharap masyarakat kita juga siap bersaing untuk bekerja di perusahaan tersebut," sebut dia.