"Modus operandi yang dijalankan pelaku merupakan metode baru yang ada di Juanda. Di Indonesia baru ada sedikit bandara yang terjadi hal demikian seperti Jakarta dan Bali," kata Henoch, Selasa (27/10).
Dari hasil pemeriksaan fisik petugas, serbuk emas tersebut tercatat memiliki berat kotor 1.151,46 gram dan berat bersih 1.144,18 gram. Tingkat kemurniannya sangat tinggi, yakni mencapai 99,5 persen atau setara dengan 23,88 karat.
"Berat bruto kurang lebih 1.151 gram yang ada dalam tiga sampel, dan berat bersihnya adalah 1.144 gram dengan kadar kandungan emasnya kurang lebih adalah 99,5 persen," ujarnya.
Henoch merinci, taksiran nilai serbuk emas murni yang dibawa pelaku mencapai Rp2.917.659.000 (Rp2,9 miliar).