Diketahui, Yaman bergabung dengan Mesir, Yordania, Bahrain, dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dalam mengecam serangan tersebut. Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menerima dukungan militer dan koalisi yang berkelanjutan dari Arab Saudi.
Sebelumnya, ledakan terdengar di Riyadh pada hari Sabtu waktu setempat. Ledakan terdengar setelah otoritas Arab Saudi mengeluarkan peringatan serangan udara menyusul ancaman serangan dari kelompok Houthi pro-Iran di Yaman.
"Wilayah ini berada di bawah ancaman udara musuh," demikian bunyi pesan peringatan yang diterima oleh para penduduk di ibu kota Arab Saudi dilansir kantor berita AFP, Sabtu (19/9/2026).