"Sangat menyedihkan menurut pendapat saya. Saya pikir ini saatnya bagi pihak kepolisian untuk melakukan tugas mereka, saatnya bagi kami dan bagi para penggemar untuk memahami bahwa kami adalah rival hanya di dalam lapangan," lanjutnya.
Lebih lanjut, Ze menilai kedua tim layak mendapatkan kesempatan untuk tampil di kandang sendiri dengan dukungan publik sendiri.
"Jadi, saya pikir kita layak mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan bahwa pertandingan derby bisa dimainkan di Jogja, di kota ini. Di kota ini, ya," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, derby DIY tim redaksi PSIM Jogja vs PSS Sleman bakal tersaji di kasta tertinggi Super League musim depan. Kekhawatiran muncul terkait venue derby nantinya, mengingat gairah kelompok suporter dua klub sangat tinggi.
Terkait itu, Kapolda DIY, Irjen Anggoro Sukartono mengungkap tak menutup kemungkinan laga derby itu digelar di wilayah DIY. Begitu juga soal penonton, semua akan dibahas dalam waktu dekat.
Derby DIY ini bakal tersaji pertama kalinya dalam sejarah di Liga 1 atau Super League. Apalagi, baik PSIM maupun PSS memiliki basis suporter yang fanatik dan cukup besar, gesekan pun dikhawatirkan terjadi kala laga derby digelar.