NADIKABAR.COM — CEO Meta Mark Zuckerberg mengancam akan meninggalkan California jika negara bagian Amerika Serikat itu menerapkan pajak orang kaya. Namun, Meta berhasil mencapai kesepakatan dengan Zuckerberg agar ia tetap tinggal di California.

Meta mengatakan bahwa Zuckerberg telah memberi tahu komite khusus tentang kemungkinannya pindah dari California. Meta memutuskan untuk memberikan insentif finansial kepada Zuckerberg agar terus memimpin perusahaan dari California selama delapan tahun ke depan meskipun ada risiko pembayaran pajak senilai miliaran dolar.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Meta akan membuat klasifikasi saham baru yang memungkinkan Zuckerberg untuk menjual hingga setengah sahamnya di Meta untuk membayar pajak tersebut tanpa kehilangan kendali voting.

Zuckerberg, yang memiliki kekayaan bersih sekitar USD 240 miliar, dapat langsung menjual 20% saham Class C yang diterimanya, yang mewakili 10% dari keseluruhan kepemilikannya di perusahaan tersebut.

"Tujuannya adalah agar Mr. Zuckerberg terus memimpin Perusahaan dari California dan tetap dekat dengan Meta Superintelligence Labs," tulis Meta dalam dokumen yang diajukan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS, seperti dikutip dari Politico, Kamis (22/10/2026).

Zuckerberg adalah miliarder kesekian yang mengancam akan meninggalkan California karena Proposition 40, rancangan undang-undang yang dijuluki "pajak orang kaya". RUU ini akan ada di surat suara dalam pemilihan umum di California pada bulan November.

Jika aturan ini lolos, orang kaya di California dengan kekayaan di atas USD 1 miliar akan dikenai pajak sebesar 5% dari total kekayaannya yang dibayarkan sekali. Pajak ini akan dipakai untuk mendanai layanan kesehatan umum dan pendidikan di negara bagian California.

Sejumlah bos teknologi seperti co-founder Google Sergey Brin, investor Ron Conway, CEO DoorDash Eric Xu, dan miliarder kripto Chris Larsen sudah menghabiskan jutaan dolar untuk melawan rancangan undang-undang ini. Di sisi lain, CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan ia tidak keberatan jika harus membayar pajak orang kaya.

Namun, potensi kepergian Zuckerberg dan dampaknya terhadap Meta yang bermarkas di Silicon Valley dapat menimbulkan ancaman yang signifikan terhadap perekonomian California.

Meta mengatakan komite khusus dewan direksinya menyimpulkan bahwa sangat penting bagi Zuckerberg untuk tetap memimpin perusahaan dari kantor pusatnya di California, terutama di tengah periode yang penuh tantangan yang didorong oleh AI.