Selain menuntaskan pemulihan fisik, pemerintah memperkuat langkah mitigasi sebagai bagian penting dari pemulihan. Kondisi geografis Indonesia dan perubahan iklim yang memengaruhi pola curah hujan membuat risiko bencana harus diperhitungkan dalam perencanaan pembangunan.

"Oleh karena itu, upaya-upaya mitigasi juga harus kita masukkan dalam perhitungan kita sehingga jika terjadi bencana, kita lebih siap dan upaya penanggulangan maupun rehabilitasi bisa dilakukan dengan secepat-cepatnya," tuturnya.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mengungkapkan salah satu sektor pemulihan yang perlu mendapatkan perhatian ekstra adalah percepatan penanganan sungai terdampak untuk mengantisipasi banjir susulan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Tujuannya adalah terutama bagaimana kita menghadapi banjir susulan, percepatan terutama untuk pembersihan sungai-sungai yang terkena sedimen," pungkasnya.