Seluruh pembangunan dapur perebusan garam ditargetkan rampung pada Desember 2026, dengan catatan kondisi cuaca mendukung. Penyelesaian fasilitas ini dinantikan para petambak yang kehilangan sarana produksi akibat bencana hidrometeorologi pada November 2025.

Salah satunya Abdullah, petambak garam di Desa Teupin Kuyun. Dapur perebusan miliknya hancur akibat bencana sehingga ia tidak dapat melanjutkan pekerjaan. Kini, Abdullah berharap pembangunan dapur permanen segera selesai agar bisa kembali menjalankan usaha.

"Alhamdulillah ada bantuan untuk kami semua petambak garam. Sudah lama tidak bekerja selama banjir," kata Abdullah.