Menurut Aloysius, mereka mengungsi ke lokasi tersebut sejak awal gempa bumi M 7,7 pada Sabtu (15/8/2026). Di lokasi itu, mereka mendirikan posko secara mandiri menggunakan terpal.
"Awal-awal itu kami bawa terpal sendiri, tikar, bantal, maupun alat penampung air minum. Puji Tuhan mulai masuk tanggal 17 Agustus 2026, mulai ada bantuan sembako dari sukarelawan yang berperikemanusiaan dan juga Pemda Nagekeo," terang Aloysius.
Di lain sisi, siswa SD yang bertahan di pos tersebut sudah mendapatkan pemulihan mental seperti menari, olahraga, menyanyi dan bermain. Guru juga sering mendatangi setiap pos untuk mengecek kondisi siswa dan juga proses pembelajarannya.
Jumlah Pengungsi di Nagekeo Menurun
Kapolres Nagekeo, AKBP Rachmat Muchamad Salihi, mengatakan jumlah pengungsi saat ini mengalami penurunan. Sebagian masyarakat telah memilih kembali ke rumah masing-masing seiring dengan situasi getaran dua hari terakhir sudah tidak dirasakan sehingga masyarakat merasa kondisi sudah lebih aman.