Dalam sehari, pelaku T tercatat memutar rute dan melakukan pengisian BBM secara berulang di SPBU yang sama. Setiap kali bertransaksi, pelaku menyetor uang dalam jumlah ratusan ribu rupiah kepada operator.

"Pelaku membeli BBM subsidi jenis Pertalite di SPBU Ujung Bulu pada tanggal 5 September 2026 sebanyak tiga kali. Di mana setiap pembelian dilakukan sebanyak Rp 400.000 atau sebanyak 40 liter," papar Phunky.

Selain mengandalkan wadah tangki modifikasi, pelaku T menyiasati sistem dengan menggonta-ganti identitas barcode. Cara ini dipakai agar penyaluran BBM subsidi melampaui batas kuota harian kendaraan biasa.

"Serta pada pengisian berikutnya menggunakan barcode yang tidak sesuai dengan kendaraan yang digunakan, sehingga dapat memperoleh BBM bersubsidi dengan jumlah yang lebih banyak," jelas Phunky.

Dari penindakan ini, polisi menyita ratusan liter Pertalite beserta armada Avanza putih yang tangkinya sudah dirakit. BBM bersubsidi itu rencananya akan dibawa pulang pelaku ke daerah asalnya untuk dijual eceran di atas harga resmi.