"Kita ingin OMI menjadi pintu masuk bagi lahirnya generasi madrasah dan peserta didik Indonesia yang memiliki karakter, kompetensi dan prestasi. Dari kompetisi ini kita berharap muncul talenta-talenta yang kelak mampu membawa nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.
Salah satu perkembangan paling menonjol dalam OMI 2026 adalah meningkatnya jumlah peserta dari sekolah umum. Tahun ini, sebanyak 13.271 siswa SD, SMP, dan SMA dari sekolah umum mengikuti OMI. Jumlah tersebut naik 3.659 peserta atau 38,1% dibandingkan OMI 2025 yang mencatat 9.612 peserta sekolah umum.
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Nyayu Khodijah menilai peningkatan tersebut menunjukkan OMI semakin diterima sebagai kompetisi yang terbuka bagi peserta didik dari berbagai satuan pendidikan.
"OMI terus berkembang menjadi ruang kompetisi yang inklusif. Peserta tidak hanya berasal dari madrasah, tetapi juga dari sekolah umum. Ini menunjukkan bahwa semangat untuk berprestasi dan mengembangkan potensi tidak mengenal batas satuan pendidikan," ujar Nyayu.
Menurut dia, keterlibatan siswa sekolah umum juga memperluas ekosistem kompetisi sekaligus membuka peluang lebih besar untuk menemukan talenta dari berbagai daerah dan latar belakang pendidikan.
"Kami ingin OMI menjadi ruang bersama untuk menemukan talenta-talenta terbaik. Karena itu, semakin luas partisipasinya, semakin besar pula peluang kita menemukan potensi peserta didik dari berbagai daerah dan latar belakang pendidikan," jelasnya.
Partisipasi OMI 2026 juga menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Sebanyak 34 provinsi tercatat ikut serta dengan total peserta mencapai 230.123 siswa.
Peserta tersebut berasal dari lebih dari 33 ribu lembaga pendidikan. Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 41.685 siswa, disusul Jawa Barat dengan 32.446 peserta dan Jawa Tengah sebanyak 30.518 peserta.
Jika digabungkan, tiga provinsi tersebut menyumbang 104.649 peserta atau sekitar 45,5% dari total peserta nasional.
Meski demikian, partisipasi OMI tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Dari luar Jawa, jumlah peserta terbanyak tim redaksi lain berasal dari Sulawesi Selatan sebanyak 12.850 siswa, Sumatera Utara 12.348 siswa, dan Riau 8.113 siswa.