Dari sisi jenjang pendidikan, jumlah peserta OMI 2026 juga relatif berimbang. Sebanyak 69.351 peserta berasal dari jenjang MI/SD, 75.987 peserta dari MTs/SMP, dan 72.776 peserta dari MA/SMA.
Nyayu mengatakan komposisi tersebut menunjukkan minat terhadap kompetisi dan pembinaan prestasi telah tumbuh sejak pendidikan dasar hingga menengah.
"Komposisi peserta di tiga jenjang yang relatif seimbang menunjukkan bahwa minat terhadap kompetisi dan pembinaan prestasi tumbuh sejak pendidikan dasar. Ini menjadi modal penting untuk membangun pembinaan talenta yang berkelanjutan," katanya.
Selain bidang sains, OMI 2026 juga membuka kompetisi riset. Cabang ini mencatat 9.130 pendaftar.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.100 peserta telah menyelesaikan proses pendaftaran, sementara 1.030 lainnya masih berstatus draft karena belum menyelesaikan proses submit.
Ketua OMI 2026 Solla Taufiq mengatakan angka tersebut menunjukkan tingginya minat siswa madrasah untuk mengembangkan kemampuan riset sekaligus menuangkan gagasan ilmiah melalui kompetisi tingkat nasional.
Jika dilihat berdasarkan jenjang, sebanyak 4.862 pendaftar berasal dari Madrasah Aliyah (MA), sedangkan 4.268 lainnya dari Madrasah Tsanawiyah (MTs). Menariknya, tema riset yang paling banyak dipilih peserta berkaitan dengan isu-isu yang sedang berkembang.
Bidang Integrasi Keislaman dan Keilmuan (Ekoteologi) menjadi yang paling diminati dengan 3.553 pendaftar. Berikutnya Sustainable Development Goals (SDGs) dengan 3.384 pendaftar dan Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional dengan 2.193 pendaftar.
"Komposisi tersebut memperlihatkan kecenderungan peserta mengangkat riset yang bersinggungan dengan persoalan lingkungan, pembangunan berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi untuk menjawab tantangan masa kini," kata Solla yang juga menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Kesiswaan pada Direktorat KSKK Madrasah Ditjen Pendis Kemenag.