PSSI Aceh juga menyampaikan laporan tahapan kongres kepada PSSI Pusat pada 18 September 2026 dan mengirimkan undangan kepada anggota pada 24 September 2026.
Namun, pada 28 September 2026, PSSI Aceh menerima surat Sekretaris Jenderal PSSI Nomor 5656/PGD/5821/IX-2026 tertanggal 24 September 2026 tentang penghentian sementara tahapan Kongres Pemilihan PSSI Aceh.
Para anggota mempertanyakan kewenangan dan prosedur penerbitan surat tersebut, termasuk dasar hukum serta akibatnya terhadap proses pemilihan.
Meski terdapat surat penghentian sementara, Kongres Biasa Pemilihan PSSI Aceh tetap berlangsung pada 3 Oktober 2026 di Sigli, Kabupaten Pidie.
Hasan mengatakan para anggota meminta PSSI Pusat menghormati hak anggota dalam menentukan kepemimpinan organisasi serta membuka akses penyelesaian sengketa sesuai peraturan yang berlaku.
Pernyataan sikap itu ditandatangani perwakilan asosiasi kabupaten/kota, asosiasi futsal, dan sejumlah klub sepak bola anggota PSSI Aceh.
Dokumen tersebut ditujukan kepada pimpinan dan sejumlah komite PSSI Pusat serta ditembuskan kepada sejumlah pihak, termasuk FIFA, AFC, dan pemangku kepentingan olahraga di Aceh.
Hasan menegaskan pernyataan sikap tersebut merupakan bentuk penyampaian keberatan melalui mekanisme organisasi, bukan upaya menghambat kegiatan maupun pembinaan sepak bola di Aceh.
"Kami menegaskan bahwa organisasi sepak bola yang kuat harus berdiri di atas aturan yang berlaku, bukan semata-mata keputusan administratif," katanya.