Sebelumnya, rapat paripurna pengusulan pemberhentian Tariala, berakhir ricuh pada Senin (24/8). Muttaqin sempat mengamuk hingga naik ke kursi pimpinan usai sidang ditunda lantaran sejumlah anggota dan pimpinan dewan tidak hadir.
"Saya tadi hanya naik ke atas lalu duduk, dan mempertanyakan kehadiran pimpinan dan anggota DPRD Sultra," kata Muttaqin.
Muttaqin mengaku kecewa karena rapat paripurna yang dinilai menyangkut kepentingan masyarakat kembali tidak dapat dilaksanakan atau ditunda. Rapat tersebut sudah beberapa kali ditunda karena tidak kuorum.
"Ketidakhadiran pimpinan dan anggota DPRD dalam rapat paripurna merupakan bentuk ketidakseriusan dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat," jelasnya.