"Luka di wajah bagian dagu dan bagian dada infonya," jelas Toni kepada NadiKabar, Kamis (10/9/2026).
Toni menceritakan, kabar duka yang ia terima pada subuh hari sempat diwarnai simpang siur informasi dari rekan-rekan almarhum. Pihak keluarga mulanya mendapat laporan bahwa anaknya mengembuskan napas terakhir akibat kecelakaan.
Namun selanjutnya ada rekan korban yang lain yang memberikan bocoran tentang kejadian yang sebenarnya.
"Saya dapat info saat sudah meninggal pukul 03.00 WIB tadi pagi. Saya di hubungi oleh temannya almarhum pukul 04.00 WIB," papar Toni.
"Pukul 04.00 WIB saya di hubungi bahwa anak saya meninggal dunia karena kecelakaan. Tapi ada teman lainnya menginfokan jika tidak kecelakaan, tapi dianiaya senior," tandas Toni.
Kedatangan jasad prajurit muda yang baru mengabdi sekitar setahun itu sempat tertahan cukup lama karena harus menjalani prosedur medis berupa autopsi di Jakarta untuk kepentingan penyelidikan hukum.