NADIKABAR.COM — Kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam Tanggulangin dan siswa sekolah dasar di Sidoarjo berbuntut panjang. Kepala dapur penyedia makanan akhirnya angkat bicara dan terancam dipecat dari jabatannya.

Berikut enam fakta mendalam terkait perkembangan kasus keracunan MBG di Sidoarjo.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Rafli Ridho, menyampaikan permohonan maaf dan penyesalannya atas tragedi yang dialami ratusan anak sekolah. Ia membeberkan bahwa pengolahan makanan hari itu dilakukan seperti hari-hari biasa, yakni mulai dimasak pukul 00.00 WIB dan dikirim ke lokasi penerima sekitar pukul 11.00 WIB.

"Mohon maaf ya, saya menyesal. Di situ kan ada organoleptik. Jadi setiap ke sekolahan itu ada uji yang nantinya diicipi oleh PIC pihak sekolah. Nah, setelah saya tanyai, katanya aman, enggak ada masalah," kata Rafli, Rabu (2/9/2026).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo mencatat total korban yang mengalami gejala keracunan, seperti pusing, mual, muntah, dan diare mencapai 566 orang.