Mengutip buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Haji dan Umrah RI, berikut enam rukun haji yang wajib dijalankan oleh setiap jemaah haji.

Ihram merupakan langkah awal berupa niat untuk melaksanakan ibadah haji. Prosesi ini ditandai dengan mengenakan pakaian ihram (serba putih dan tidak berjahit bagi laki-laki) serta mengumandangkan lafal talbiyah. Tanpa niat ihram, seluruh prosesi haji yang dilakukan dianggap tidak sah.

Wukuf adalah puncak dari seluruh ritual ibadah haji. Jemaah berdiam diri di area Padang Arafah pada tanggal 9 Zulhijah, mulai dari tergelincirnya matahari hingga terbenam. Selama wukuf, jemaah dianjurkan memfokuskan diri untuk berdoa, berzikir, membaca Al-Qur'an, memperbanyak istighfar, serta melafalkan talbiyah.

Tawaf adalah ritual mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali putaran searah jarum jam (dengan posisi Ka'bah selalu berada di sebelah kiri jemaah). Tawaf dimulai dan diakhiri sejajar dengan garis Hajar Aswad. Jemaah yang melaksanakan tawaf disyaratkan berada dalam keadaan suci dari hadas kecil maupun besar.

Sa'i merupakan ritual berjalan cepat atau berlari-lari kecil sebanyak tujuh kali tim redaksi Bukit Safa dan Bukit Marwah. Amalan ini dilakukan untuk mengenang kegigihan dan perjuangan Siti Hajar, ibunda Nabi Ismail AS, saat mencari air di tengah padang pasir.