Persoalan kemudian berkembang menjadi cekcok tim redaksi Novrinia dan tetangganya, sementara dalam video yang beredar terlihat tetangganya sempat menyiram api menggunakan selang. Meski api kemudian disiram, perdebatan keduanya tetap berlanjut dan persoalan melebar ke hal lain.
Novrinia mengaku perdebatan tersebut kemudian merembet pada persoalan dirinya yang disebut sebagai pendatang hingga muncul komentar mengenai fisiknya. Dia juga menyebut istri tetangganya ikut datang dan meminta agar api tidak dipadamkan.
"Dia bilang 'Wong kon pendatang ae! Kon sing ngalih o'. Karena kalah argumen, dia malah ngata-ngatain 'raimu kayak ngono ae' membawa fisik. Terus istrinya juga datang bukannya meredakan malah bilang 'Wis ojok dipateni! Ojok dipateni!'," jelasnya.
Video cekcok tersebut kemudian viral setelah diunggah akun @alfiandiyyy yang telah memberikan izin unggahannya dikutip. Hingga Jumat (4/9/2026) pukul 15.07 WIB, video yang diunggah dua hari sebelumnya itu telah mendapatkan 60,8 ribu tanda suka dan 10,6 ribu komentar.
Setelah video viral, Novrinia mengaku dihubungi pihak Kelurahan Ngaglik pada Jumat (4/9) untuk menghadiri mediasi dengan tetangganya. Namun, dia keberatan karena mengaku diminta datang sendiri tanpa didampingi suami yang saat itu sedang bekerja, serta disebut diminta menghapus video yang telah diunggah.
"Pihak kelurahan telepon bilang Pak Lurah minta mediasi sekarang dan suruh take down video. Saya bilang enggak bisa sekarang karena di rumah sendiri jaga bayi, suami lagi kerja. Tapi dijawab harus sendiri, enggak boleh sama suami," tutur Novrinia.
Novrinia juga mengaku mendapat pertanyaan mengenai konsekuensi hukum ketika meminta mediasi ditunda agar dapat didampingi suaminya. Dia semakin keberatan karena menurutnya pihak tetangga disebut akan datang bersama pengacara.
"Orangnya bilang di sana ada pengacara, terus tanya 'Berarti sudah siap untuk menerima konsekuensinya laporan?'. Saya kan ngerasa lho kok responnya gini, harusnya membela saya sebagai korban kok malah menekan begitu. Tapi saya tegaskan, saya siap maju demi anak saya," tegasnya.
Hingga Sabtu (5/9) pagi, Novrinia mengatakan belum ada mediasi yang menghasilkan kesepakatan ataupun permintaan maaf secara langsung dari pihak tetangganya. Dia juga meminta persoalan tersebut tidak sekadar diselesaikan dengan menghapus video karena menurutnya masalah pembakaran sampah telah terjadi berulang kali.