"Enggak ada itu (informasi damai), belum ada sama sekali. Sampai sekarang belum ada mediasi yang ketemu titik terang atau permintaan maaf secara langsung dari pihak yang bersangkutan," ujar Novrinia saat dihubungi NadiKabar, Sabtu (5/9/2026).
Novrinia mengatakan, pihak kelurahan sempat memintanya datang ke kantor untuk mengikuti mediasi, tetapi dia meminta proses tersebut ditunda agar dapat didampingi suaminya. Dia juga menyayangkan permintaan agar video dihapus sebelum persoalan tim redaksi kedua pihak mendapatkan penyelesaian.
"Saya diminta ke kelurahan saat itu juga dan harus sendiri, tidak boleh sama suami. Lah saya di rumah menjaga bayi dan suami lagi kerja. Begitu saya minta ditunda besok biar ada pendamping, malah ditakut-takuti soal konsekuensi hukum," ungkapnya.
"Pak Lurah juga minta videonya di-take down. Jujur saya berat hati kalau main hapus gitu aja. Orang yang membakar sampah sampai sekarang belum ke rumah minta maaf, kalau cuma selesai begitu saja ya saya yang rugi," tegas Novrinia.
Persoalan tersebut mulai mendapat perhatian kepolisian setelah Kanit Polsek Batu menghubungi Novrinia melalui WhatsApp untuk menggali informasi mengenai kejadian tersebut. Novrinia mengatakan polisi berencana mendatangi rumahnya untuk meminta keterangan lebih lanjut dan dia berharap persoalan tersebut ditangani secara adil.
"Kanit Polsek Batu sudah komunikasi via WhatsApp. Rencananya polisi mau sowan ke rumah untuk minta keterangan lebih lanjut. Saya berharap ada penanganan yang adil dan memberikan efek jera," tandasnya.
Novrinia berharap persoalan tersebut dapat menjadi perhatian dan pembakaran sampah yang menurutnya dilakukan berulang kali bisa mendapatkan penanganan. Dia meminta ada tindakan tegas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan tidak mengganggu warga di sekitar lokasi.
"Harapannya semoga pelakunya dikasih efek jera. Biar diproses sama polisi dan ada tindakan tegas," tandasnya.