Farhan menargetkan sejumlah pasar yang belum bersertifikat bisa rampung pada November 2026. Sebab dari hasil perhitungan sementara, Pasar Baru saja misalnya, membutuhkan biaya investasi hingga mencapai Rp 800 miliar.

"Khusus untuk Cihaurgeulis, saat ini kami sedang menyusun sebuah kesepakatan dengan para pedagang. Pasar Cihaurgelis ini adalah pasar korban korupsi di masa lalu, sehingga terbengkalai. Cihaurgeulis ini akan segera terbit, karena ternyata memang pada saat diberikan kepada pihak ketiga itu tidak ada sertifikatnya. Nah, sekarang akan segera terbit," katanya.

"Kemudian Pasar Baru kan sudah ada investornya, itu jalan. Nah, ini kita lagi melakukan negosiasi ulang. Karena kalau sampai hari ini, paling besar tetap Pasar Baru, Rp 800 miliar. Ini saya lagi berusaha mencari hitungannya di mana gitu. Nanti kemungkinan sih ada revisi," pungkasnya.