BNI Sekuritas memprediksi laba bersih perseroan tumbuh 92 persen menjadi Rp12,4 triliun pada 2026. Selain itu, saham perusahaan negara ini dinilai diperdagangkan cukup murah dengan rasio harga terhadap laba atau price to earnings ratio (PER) sebesar 5,3 kali.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Arini Kasmira mengatakan, kinerja nikel pada semester pertama tahun ini menunjukkan pentingnya diversifikasi portofolio komoditas dalam menjaga kualitas kinerja perseroan.
"Penguatan kontribusi bisnis nikel pada semester I 2026 menjadi bagian dari upaya perseroan menjaga keseimbangan portofolio di tengah dinamika pasar komoditas," ujar Arini.
Arini menambahkan, perseroan akan tetap mencermati perkembangan pasar dan menjaga fleksibilitas strategi bisnis dalam mengoptimalkan potensi masing-masing komoditas.
"Fokus kami adalah menjaga pertumbuhan yang sehat melalui pengelolaan portofolio secara disiplin, penguatan efisiensi, serta pengembangan bisnis yang terukur agar dapat terus memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perseroan," ucap Arini.