Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Elsa Putra Friandi mengatakan proyek akan masuk proses pemilihan penyedia dan direncanakan menggunakan skema multiyears. Pekerjaan ditargetkan mulai paling lambat November 2026 dan selesai sekitar Juni 2027.
Elsa menjelaskan kebutuhan akhir Jalan Lingkar Utara mencapai empat lajur. Namun, keterbatasan anggaran membuat pembangunan tahap awal dilakukan untuk dua lajur atau satu jalur.
Andre mengatakan pembangunan tersebut tidak hanya dinilai dari sisi fisik jalan. Menurutnya, yang terpenting ialah akses tersebut dapat tersambung sehingga aktivitas masyarakat dan perekonomian ikut bergerak.
"Yang penting tembus. Ekonomi berjalan. Ekonomi bergerak. Terima kasih Bapak Presiden," kata Andre.
Pemkot Solok memastikan lahan yang berada di jalur pembangunan telah dibebaskan. Dengan kesiapan lahan tersebut, pekerjaan diharapkan dapat segera dimulai setelah proses lelang dan persiapan teknis rampung.