NADIKABAR.COM — Petugas menormalisasi Sungai Tonjong untuk mengantisipasi banjir di kawasan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten. Proses normalisasi diharapkan dikebut menjelang musim hujan.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Serang, Maksum, mengaku sempat turun langsung memantau pengerjaan normalisasi sungai. Ia mendorong agar pengerjaan berjalan lancar dan dapat diselesaikan sebelum musim hujan tiba.

Normalisasi Sungai Tonjong diketahui telah dimulai sejak November 2025. Hingga saat ini, panjang sungai yang telah dinormalisasi disebut mencapai hampir empat kilometer, dengan lebar yang bervariasi di sejumlah titik.

"Pengerjaan normalisasi mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya berupa bantuan alat berat ekskavator dari PT Wilmar. Dukungan juga datang dari kalangan pengusaha, pemerintah, serta anggota dewan," ujar Maksum, dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, normalisasi diperlukan untuk mengatasi persoalan alur sungai yang menjadi dangkal dan sempit. Hal ini berdampak pada kapasitas tampung air saat hujan dengan intensitas tinggi.

"Sungai Tonjong kerap menjadi pemicu banjir di Kecamatan Kramatwatu, khususnya Desa Tonjong, karena kondisinya mengalami pendangkalan dan penyempitan," ujar Maksum.

Normalisasi diharapkan dapat memperlancar aliran air dan mengurangi potensi banjir yang selama ini menjadi kekhawatiran masyarakat, khususnya warga Desa Tonjong. Dia berharap pengerjaan dapat berlangsung optimal dan lancar agar manfaat normalisasi dapat dirasakan masyarakat.