NADIKABAR.COM — Penyakit kardiovaskular hingga saat ini masih memegang predikat sebagai penyakit utama penyebab kematian di dunia. Sebanyak 19,8 juta kematian akibat penyakit kardiovaskular tercatat tiap tahun.

World Health Organization (WHO) mencatat, 85 persen di tim redaksi kematian karena penyakit kardiovaskular disebabkan oleh serangan jantung dan stroke.

Jika dahulu kasus penyakit jantung ditemukan pada orang berusia lanjut, kini orang-orang usia produktif juga mulai berisiko dan prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia.

Di tengah tingginya risiko penyakit kardiovaskular, terutama serangan jantung dan stroke, pemanfaatan teknologi deteksi dini seperti CT Scan Calcium Score menjadi langkah krusial untuk memetakan penumpukan kalsium pada pembuluh darah sebelum akibatnya fatal.

Praktisi kesehatan, dr Maya Munigar Apandi, SpJP(K) memaparkan pentingnya deteksi dini ini sekaligus meluruskan kesalahpahaman awam mengenai peran kalsium dalam tubuh. Mineral yang dikenal dapat membantu kekuatan tulang dan gigi ini ternyata juga bisa menumpuk di pembuluh darah dan membahayakan jantung.

Menurut dr Maya, kalsium yang ada di darah dan di jantung pada dasarnya adalah zat yang sama, tetapi terbentuk dari proses yang berbeda. Kalsium di pembuluh darah mengalami kalsifikasi (calcification). Zat kalsium ini bereaksi dan berikatan dengan lemak serta komponen tubuh lainnya hingga membentuk plak atau kerak keras di dinding arteri koroner.

Semakin lama proses aterosklerosis ini berlangsung, penumpukan plak kalsium akan semakin tebal dan berisiko tinggi menyumbat aliran darah.