NADIKABAR.COM — Pembatasan visibilitas konten atau shadowban ramai dibicarakan para pengguna media sosial beberapa waktu ke belakang. Lantas, apa itu shadowban?

Para pengguna media sosial belakangan merasa konten-konten kritik terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta isu sensitif lainnya mendapat sedikit view, like, dan komentar dibandingkan konten lainnya.

Shadowban merupakan kondisi ketika platform media sosial secara diam-diam membatasi jangkauan konten pengguna, dan biasanya tanpa sepengetahuan orang yang mempublikasikannya.

Berbeda dengan ban yang sepenuhnya memblokir akun, akun tetap aktif dan masih bisa mengunggah konten ketika terkena shadowban. Namun, konten tersebut tidak lagi direkomendasikan melalui halaman explore, feed, atau hasil hashtag dan hanya muncul bagi pengikut.

Akibatnya, jangkauan interaksi atau engagement akun tiba-tiba menurun dari biasanya.