Hal semacam itu bisa terjadi di seluruh platform media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, X, dan LinkedIn. Kreator konten atau pengelola akun sering kali frustasi dan mengeluhkan kondisi ini.

Melansir Kontentino, penyebabnya bisa datang dari berbagai pemicu. Misalnya, kesalahan konten tersebut seperti melanggar pedoman komunitas, disinformasi, berkualitas rendah, disertai terlalu banyak hashtag, atau menggunakan hashtag yang diblokir.

Pemicu lain mungkin bisa juga karena aktivitas akun dicurigai sebagai bot atau melakukan spam. Beberapa platform juga akan melakukan shadowban jika suatu konten dilaporkan oleh pengguna lain atau secara langsung tidak merekomendasikan topik tertentu seperti konten politik.

Durasi shadowban bervariasi untuk masing-masing platform dan jenis pelanggaran yang mereka nilai. Bisa hanya sehari, beberapa hari, dua pekan, atau beberapa pekan.

Jika engagement tiba-tiba turun dan postingan tidak muncul di hasil hashtag atau feed, akun tersebut kemungkinan terkena shadowban.