NADIKABAR.COM — Para pencari kerja atau jobseeker ramai-ramai mendatangi job fair yang digelar Pemprov DKI Jakarta. Mereka berharap usahanya datang ke job fair membuahkan hasil.

Job fair Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Expo 2026 dibuka Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Kamis (22/10/2026). Ada 12 ribu lowongan pekerjaan dari 100 perusahaan baik nasional maupun internasional.

"Kurang lebih ada seratus perusahaan dan kemudian ada 12 ribu lowongan pekerjaan. Dan mudah-mudahan, walaupun tentunya tidak bisa memenuhi semua harapan karena baru dibuka hari ini saja, tadi sudah mendapatkan laporan yang melalui online kurang lebih 28.484 lamaran melalui online," kata Pramono di lokasi.

Salah seorang jobseeker asal Bogor, Syarif (47) rela berangkat pukul 06.00 WIB. Syarif yang memiliki pengalaman di bidang teknologi informasi (IT) selama 20 tahun itu sudah dua bulan menganggur usai terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Kalau usia, saya nggak PD (percaya diri) sama yang baru nih, 47. Karena baru kena layoff dua bulan lalu," kata Syarif saat ditemui di Smesco, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).

Saat bekerja di bidang IT, Syarif bertugas memantau dan menjaga server. Setelah kehilangan pekerjaan, dia mencoba mencari peluang baru melalui berbagai cara, termasuk memanfaatkan jaringan pertemanan dan platform pencarian kerja daring, seperti LinkedIn.

Kali ini, dia mencoba mendatangi job fair untuk memperluas peluang mendapatkan pekerjaan. Menariknya, Syarif mengaku tidak hanya mengincar lowongan yang sesuai dengan pengalaman kerjanya di bidang IT.

"Apa aja sih. Kalau lihat keadaan kayak gini, kita nggak bisa fokus di satu bidang itu aja. Apa pun yang bisa terima kita, ya kita ambil," ujarnya.

Syarif mengakui persaingan mencari kerja saat ini menjadi tantangan tersendiri, terlebih dirinya harus bersaing dengan pelamar yang berusia lebih muda. Meski demikian, dia memilih tetap optimis dan mencoba peluang yang ada.

Menurutnya, pengalaman kerja semestinya menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam merekrut karyawan, tanpa menjadikan usia sebagai batasan utama.

"Penginnya sih kalau memang tiap-tiap yang mengadakan itu kalau bisa usia kerja jangan dilihat. Kan kalau kita lihat di luar negeri semua banyak gitu kan tanpa usia kerja, yang penting dia skill. Kalau skill-nya ada, jangan lihat umurnyalah," tuturnya.

Syarif berharap dirinya dan para pencari kerja lain yang datang ke job fair tersebut bisa memperoleh pekerjaan. Dia juga berharap kesempatan kerja tetap terbuka bagi pelamar dengan beragam usia dan latar belakang pengalaman.