NADIKABAR.COM — Pelayaran kapal penumpang rute Nunukan-Parepare terganggu oleh pekatnya sebaran kabut asap di perairan imbas kebakaran lahan. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang kapal menyusut drastis hingga tersisa 1 mil saja dari daratan.
"Di pelayaran Nunukan-Parepare, di daerah Kalimantan Utara itu masih tebal. Asapnya masih tebal. Pada saat kami masuk di waktu pagi hari sampai siang hari itu masih sangat tebal," kata Nakhoda KM Pantokrator, Kapten Ashar kepada NadiKabar, Selasa (15/9/2026).
Tebalnya kabut asap tersebut membuat jarak pandang kapal berkurang signifikan. Kapten Ashar mengungkapkan jarak pandang tersisa sangat terbatas ketika kapal mulai mendekat ke pesisir.
"Jadi, pada saat kami masuk itu mungkin daya nampak itu mungkin sekitar 1 mil dari daratan," ungkapnya.
Dia menjelaskan, kondisi perairan di tengah laut sejatinya masih relatif tenang. Namun, gangguan jarak pandang yang gelap baru terasa pekat ketika armada mulai mendekati wilayah daratan.