"Apabila cuaca buruk atau asap tebal, jadi kita menggunakan media radar dan komunikasi yang lancar dengan kapal-kapal di sekitarnya," terangnya.

Kapten Ashar membeberkan bahwa fenomena cuaca buruk juga menjadi tantangan dalam pelayaran. Selain sebaran asap, faktor gelombang dan hembusan angin kencang turut memengaruhi kestabilan kapal.

"Yang mempengaruhi itu juga masalah angin saja, angin yang kencang. Mungkin faktor cuaca dan bulan-bulan yang sekarang sih sudah masuk bulan September sampai Desember itu memang cuaca sudah diperkirakan seperti ini," bebernya.

Ia membandingkan perubahan kondisi laut dari dua pekan sebelumnya. Menurut pengamatannya, dinamika angin kini mulai memicu kemunculan ombak tinggi di perairan Selat Makassar.

"Minggu lalu anginnya kencang, sekarang sudah mulai ada berombak sekitar 1 sampai 2 meteran di Selat Makassar, seperti itu," tutupnya.