NADIKABAR.COM — Tahun lalu Indonesia memasok hampir separuh batu bara yang diperdagangkan di dunia, tetapi harga batu bara justru jatuh ke titik terendah. Untuk membalik keadaan itu, pemerintah memilih mengendalikan produksi lewat Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sehingga harga naik dan pendapatan negara ikut terdongkrak.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan pengendalian produksi ini menjadi langkah strategis agar komoditas tambang Indonesia memiliki daya tawar yang lebih kuat di pasar Internasional.
"Jadi produksinya terkoreksi, turun, tapi pendapatannya naik. Ini baru paten. Nggak dijual murah barang kita," ujar Bahlil dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11/2026).
Hal tersebut disampaikan Bahlil saat membuka Mineral dan Batubara Convention - Expo (Minerba Convex) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (2/11).
Bahlil menjelaskan konsumsi batu bara dunia mencapai sekitar 8,9 miliar ton per tahun, sementara yang diperdagangkan antarnegara sekitar 1,3 miliar ton. Pada 2025, Indonesia memasok sekitar 540 juta ton atau setara 43 persen pasokan dunia.