Bahlil meminta agar pengusaha tidak saling mendahului. Ia memahami pengusaha selalu ingin meraih keuntungan maksimal, tetapi pembagian RKAB juga harus adil.
Adapun jumlah perusahaan yang mengajukan RKAB naik dari sekitar 500 perusahaan pada 2025 menjadi 650 perusahaan pada 2026. Menurut Bahlil, kondisi ideal adalah produksi tinggi dengan harga bagus, tetapi ketika harga sedang turun produksi tidak boleh digenjot secara jorjoran.
Strategi pengendalian produksi tersebut terbukti sejalan dengan tren positif penerimaan negara. Bahlil menyebutkan PNBP sektor minerba pada 2025 berada di kisaran Rp130-135 triliun dan per 1 Oktober 2026 telah menembus Rp141 triliun serta diperkirakan akan mencapai Rp160-165 triliun pada akhir tahun.
Melalui pengendalian produksi, pemerintah ingin memastikan batu bara Indonesia tidak lagi dijual murah, sekaligus menjaga cadangan agar tetap memberi manfaat bagi generasi mendatang.