Pengaturan tersebut lantas berdampak terhadap harga komoditas di pasar internasional.

β€œDengan penataan terhadap pengaturan supply and demand, harga batu bara Indonesia sekarang sudah mulai ada marwahnya di mata internasional.​ Harga nikel sekarang mulai tidak lagi dipermainkan secara leluasa oleh oknum-oknum tertentu. Inilah sebenarnya tujuan kita,” ucap Bahlil.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Minerba, produksi batu bara sepanjang 2025 mencapai 817,48 juta ton, sedangkan produksi hingga Juli 2026 tercatat 423,71 juta ton atau rata-rata sekitar 60,5 juta ton per bulan.

Rata-rata produksi tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata produksi 2025 yang sekitar 68,1 juta ton per bulan.