Ikan yang tersimpan nantinya didistribusikan saat pasokan pasar berkurang untuk menstabilkan harga.
Selanjutnya Pemprov Bali akan melanjutkan pengembangan dengan menambah gudang beku portabel 20 ton, Air Blast Freezer, pabrik es, sarana pengolahan, pipanisasi air bersih, IPAL, kios pemasaran, hingga fasilitas pendukung seperti Pura Segara.
Sumardiana menegaskan pemenuhan sarana terpadu ini berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir tidak hanya di titik ini namun berkembang ke kampung lainnya.
“Ada kampung nelayan berapa pun, diharapkan peningkatan tujuan akhirnya kan bagaimana nelayan yang di sana itu sejahtera, itu saja intinya,” ucapnya.
Selain Seraya Timur, Pemprov Bali memproses lima lokasi usulan baru untuk 2026 di Jembrana (Air Kuning, Candi Kusuma), Buleleng (Pejarakan, Patas), dan Karangasem (Manggis) yang kini memasuki tahap verifikasi.