NADIKABAR.COM β€” Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinas KP) Bali mengembangkan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Seraya Timur, Kabupaten Karangasem, sebagai langkah untuk menyatukan para nelayan beserta aktivitas perikanan dalam satu kawasan terpadu.

β€œTujuan awal ini kan untuk mempersatukan nelayannya,” kata Kepala Dinas KP Bali Putu Sumardiana di Denpasar, Selasa.

Ia menjelaskan Seraya Timur menjadi lokasi pertama pengembangan program percepatan nasional instruksi Presiden Prabowo Subianto di Bali sejak 2025, sebelum diperluas hingga 26 kampung pada 2027 dan 23 kampung pada 2028.

Menurut Sumardiana, konsep ideal kawasan dirancang mencakup sarana penangkapan, pengolahan, budidaya, kuliner, hingga pariwisata, meski saat ini di Seraya Timur masih difokuskan pada kegiatan penangkapan dan pengolahan.

Kawasan seluas 1 hektare yang dibangun menggunakan APBN 2026 senilai Rp22 miliar tersebut menjadi sentra pengelolaan ikan tongkol WPPNRI 713 bagi 15 Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang menaungi 350 nelayan melalui Koperasi Desa Merah Putih.

Dinas KP Bali mengintegrasikan sarana penanganan hasil tangkapan hingga pemasaran agar nelayan dapat mengakses seluruh kebutuhan operasional melaut di satu lokasi.

β€œTujuannya mengintegrasikan antara penangkapan ikan, nelayan, pengolah ikan, pemasar dalam suatu lokasi, gitu kan termasuk juga ada bengkel kapal, diharapkan nelayannya tidak pusing ke mana-mana, jadi sekomplek,” tutur Sumardiana.

Di Kampung Nelayan Merah Putih Seraya Timur sejumlah fasilitas disiapkan seperti tempat pendaratan ikan, tambatan perahu, docking kapal, bengkel, kios perbekalan, balai nelayan, hingga area pengolahan yang saat ini masih tahap uji coba.

Sumardiana menyebut ragam fasilitas pesisir tersebut diproyeksikan mengakomodasi bisnis nelayan dari hulu ke hilir.

Untuk menjaga mutu hasil tangkapan, kawasan kampung nelayan dilengkapi ruang pendingin berkapasitas 10 ton untuk menampung ikan saat panen raya agar harga tidak jatuh.

β€œJadi kalau melimpah dicakup di sana, tujuannya untuk menjamin mutu ikannya tetap baik,” ujar Sumardiana.

Ikan yang tersimpan nantinya didistribusikan saat pasokan pasar berkurang untuk menstabilkan harga.

Selanjutnya Pemprov Bali akan melanjutkan pengembangan dengan menambah gudang beku portabel 20 ton, Air Blast Freezer, pabrik es, sarana pengolahan, pipanisasi air bersih, IPAL, kios pemasaran, hingga fasilitas pendukung seperti Pura Segara.

Sumardiana menegaskan pemenuhan sarana terpadu ini berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir tidak hanya di titik ini namun berkembang ke kampung lainnya.

β€œAda kampung nelayan berapa pun, diharapkan peningkatan tujuan akhirnya kan bagaimana nelayan yang di sana itu sejahtera, itu saja intinya,” ucapnya.

Selain Seraya Timur, Pemprov Bali memproses lima lokasi usulan baru untuk 2026 di Jembrana (Air Kuning, Candi Kusuma), Buleleng (Pejarakan, Patas), dan Karangasem (Manggis) yang kini memasuki tahap verifikasi.