NADIKABAR.COM — Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai perdagangan karbon berpotensi menarik investasi hijau ke Nusa Tenggara Barat (NTB) seiring meningkatnya perhatian investor terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik dan benar.
"Daerah yang siap dengan inventarisasi emisi dan memiliki proyek berbasis nilai ekonomi karbon yang matang jauh lebih menarik bagi penanaman modal di bidang energi terbarukan, ekowisata, ecocity, dan industri hijau," kata Kepala BEI Wilayah NTB Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana di Mataram, Jumat.
Sandiana mengatakan Nusa Tenggara Barat memiliki potensi ekonomi karbon yang dapat dikembangkan melalui berbagai proyek lingkungan berupa pengelolaan hutan mangrove, kawasan hutan, serta pengembangan energi hijau melalui pemanfaatan tenaga surya.
Berbagai potensi itu bisa dikembangkan menjadi proyek penurunan emisi gas rumah kaca yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung agenda pembangunan daerah yang rendah karbon.
Menurut dia, perdagangan karbon menjadi salah satu mekanisme dalam penyelenggaraan nilai ekonomi karbon yang dapat memberikan insentif finansial bagi proyek-proyek penurunan emisi.