Menurut Nengah, pengalaman Vietnam menunjukkan bahwa kekuatan besar membutuhkan strategi yang tepat untuk mengubah sumber daya menjadi hasil. Besarnya means tidak menjamin tercapainya ends jika ways yang digunakan tidak sesuai dengan lingkungan strategis.
Selain Nengah, buku tersebut turut dibedah Dr Ian Montratama, Tenaga Ahli Bidang Geopolitik Dewan Pertahanan Nasional RI, dan Darwin Silalahi, mantan CEO dan Presiden Direktur PT Shell Indonesia sekaligus Country Chairman Shell Companies di Indonesia.
Eko yang meraih gelar doktor Ilmu Manajemen Stratejik dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada Juli 2025 itu kini menjabat Deputi Manajemen Risiko Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Melalui buku tersebut, ia ingin menunjukkan bahwa kekuatan besar tidak hanya dibangun melalui kemampuan material. Kekuatan juga membutuhkan legitimasi, dukungan, ketahanan, dan terutama kepercayaan. Sebab, kekuatan yang paling besar sekalipun dapat kehilangan daya ketika orang-orang yang menopangnya tidak lagi percaya untuk ikut mempertahankannya.