Dia menjelaskan yang dimaksud unsur rangkaian bom itu di antaranya ada baterai, kabel, dan lainnya. Terkait suara ledakan yang sempat terdengar, Iyus mengatakan itu merupakan bagian dari upaya penanganan.
"Ya itu namanya disruptor, jadi mencerai-beraikan rangkaian itu, karena kita nggak mau ambil risiko, walaupun di sana tidak ada unsur bahan peledak," kata Iyus.
Saat ditanya apakah benda itu dapat dikatakan replika bom rakitan, Iyus mengakui bahwa benda itu memiliki unsur-unsur bom rakitan.
"Di situ memang ada tiga tabung, kemudian ada baterai, kabel dan switch dan sebagainya, ada disitu. Cuma tidak ada bahan peledak dan detonator saja. kita tidak mau ambil resiko jadi kita diskrator," ungkap Iyus.
Terkait motif dan latar belakang keberadaan benda mirip bom di lokasi itu, Iyus mengatakan hal itu sedang didalami oleh Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota.
"Nanti itu akan dilaksanakan penyelidikan dan penyidikan oleh Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. Tugas kami hanya mengamankan saja," tutur Iyus.
Tanda tanya besar masih menyelimuti insiden yang memicu puluhan polisi berdatangan ke gedung tua bekas pabrik sitrun tersebut. Motif dan bagaimana bisa benda yang sangat mirip bom rakitan itu ada di sana, masih menjadi tanda tanya.
Fakta yang terungkap sejauh ini, benda itu ditemukan oleh sekelompok anak SMA yang sedang main game online di lokasi itu. Salah seorang dari mereka dikagetkan oleh suara "nit". Setelah diperiksa, bentuknya mirip bom. Karuan mereka ketakutan dan langsung lapor polisi.